Selasa, 29 Mei 2012

MA’NA SYAHADAT

MA’NA SYAHADAT

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM



Wama’naa Laa Ilaaha Illallaahu
Laa Ma’buda Bihaqqin Fil Wujuudi Illallaahu .

Dan makna kalimat La Ilaha Illallahu yaitu tidak ada yg
disembah dengan sebenar-benarnya pada keadaan kecuali Allah .

@@@ Kajian Ringkas :

Syahadat (Bahasa Arab: الشهادة asy-syahādah (dari kata شهد syahida, "(ia telah) menyaksikan") adalah pernyataan kepercayaan dalam keesaan Tuhan (Allah) dan Nabi Muhammad sebagai Rasul-Nya dan merupakan asas dan dasar bagi rukun Islam lainnya. Syahadat merupakan ruh, inti dan landasan seluruh ajaran Islam

Syahadat adalah bagian yang fundamen atau fondasi utama dalam aqidah seorang muslim, dan karena syahadat ini memiliki nilai-nilai dan pengaruh yang besar dalam kehidupan serta pentingnya aqidah yang jelas dalam akal dan hati sehingga dapat melakukan ibadah kepada Allah dengan hujjah yang nyata.

Oleh karena itu merupakan suatu kewajiban bagi kita untuk mengenal lebih dalam makna syahadat itu
Makna syahadat ‘La Ilaaha Illallaah’ ( لا إله إلا الله ) adalah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak untuk disembah kecuali Allah SWT.

Syahadat ini Mengandung pengertian meniadakan. ( pada kalimat Laa ilaaha ) Dan  menetapkan. ( pada kalimat Illallaah )

Kalimat (لا إله) di dalam syahadat yang berarti ‘tidak ada tuhan’ merupakan bentuk nafyun atau peniadaan dan pengingkaran bagi seluruh sesembahan selain Allah.

Sedangkan kalimat ( إلا الله ) yang berarti ‘kecuali Allah’ merupakan bentuk penetapan ibadah bagi Allah semata, tidak ada sekutu baginya dalam ibadah, sebagaimana juga tidak ada sekutu bagiNya dalam kekuasaanNya.

Allah SWT berfirman: yang artinya:
Maka ketahuilah, bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah, dan mohonlah ampunan atas dosamu dan atas (dosa) orang-orang mukmin, laki-laki dan perempuan. Dan Allah mengetahui tempat usaha dan tempat tinggalmu. (QS: Muhammad: 19).

Dan dari Abi Sa’id Al Khudri RA beliau meriwayatkan bahwa Nabi SAW pernah bersabda:
“Musa A.S berkata,”Ya Tuhanku! Ajarilah aku sesuatu yang dengannya aku bisa mengingatmu dan berdoa kepadaMu.” Allah berkata, “Hai Musa! Sekiranya tujuh lapis langit dan ditempati selain aku, dan tujuh lapis bumi berada di sebuah piringan timbangan. Kemudian (kalimat) La Ilaaha Illallaah berada di piringan timbangan yang lainnya, maka pastilah piringan timbangan tersebut akan miring kepada kalimat ‘La Ilaaha Illallaah’. (HR. Ibnu Hibban dan Hakim).

“Ada tiga hal yang apabila ada pada seseorang dengannya dia akan merasakan manisnya iman; Allah dan rasul-Nya lebih dia cintai dari pada yang lainnya, apabila ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah, dan dia benci untuk kembali kepada kekufuran setelah Allah menyelamatkan dia darinya sebagaimana dia benci dilemparkan kedalam neraka.

Allah SWT memberitakan tentang sebuah kaum yang Dia timpakan azab kepada mereka karena mereka menolak untuk menerima kaliamat syahadah ini,dalam Firman-Nya di sebutkan yang artinya:

“Maka Sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama dalam azab. Sesungguhnya Demikianlah kami berbuat terhadap orang-orang yang berbuat jahat. Sesungguhnya mereka dahulu apabila dikatakan kepada mereka: "Laa ilaaha illallah" (Tiada Tuhan yang berhak disembah melainkan Allah) mereka menyombongkan diri, Dan mereka berkata: "Apakah Sesungguhnya kami harus meninggalkan sembahan-sembahan kami Karena seorang penyair gila?" (QS: As-Shoffat:33-36)


Dan dalam sebuah hadis Rasulallah bersabda:
yang artinya:

“Perumpamaan ilmu dan hidayah yang Allah mengutus Aku dengannya adalah bagaikan hujan deras yang jatuh ke tanah. Di antara tanah itu ada yang menyerap air sehingga menumbuhkan pepohonan dan rerumputan yang banyak. Dan di antara tanah itu ada yang gersang, menahan air sehingga Allah memberikan kebaikan dengan air itu kepada manusia, maka minumlah mereka, menyiram dan menanam. Dan ada (air) yang jatuh pada jenis (tanah) yang lain, tanah itu adalah Qii’aan, tidak menahan air dan tidak juga bisa menumbuhkan pepohonan. Itulah perumpamaan orang yang memahami agama Allah dan mendapatkan manfa’at dari apa yang aku diutus dengannya, lalu dia mengetahui dan mengajarkannya, dan perumpamaan orang yang bodoh dan tidak menerima hidayah yang Allah telah mengutusku dengannya.

“Dan barangsiapa yang menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia orang yang berbuat kebaikan, Maka Sesungguhnya ia Telah berpegang kepada buhul tali yang kokoh. dan Hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan. (QS: Luqman: 22).

“Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehandaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS: Al-Baqoroh:284).

Mari kita berdoa kepada Allah
“Beri ma'aflah Kami; ampunilah Kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah penolong kami, Maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir." (QS: Al-Baqoroh: 286).

kapan di mulainya penyaksian itu…? 
 
@ ada Qo’idah dalam ilmu Tauhid : Bahwasannya “Awaluddin makrifatullah,  akhiruddin makrifatullah “

Awal beragama adalah mengenal Allah Azza wa Jalla (makrifatullah) , akhir
beragama atau tujuan beragama adalah muslim yang berakhlakul karimah atau
muslim yang Ihsan atau muslim yang meyaksikan Allah (bermakrifat)

Sedangkan anak kunci mengenal Allah Azza wa Jalla adalah mengenal diri sendiri “Man `arafa nafsahu faqad `arafa rabbahu”,  siapa yang kenal dirinya akan Mengenal Allah

Firman Allah Taala yang artinya "Kami akan memperlihatkan kepada mereka
tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri,
sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah
Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala
sesuatu?" (QS. Fush Shilat [41]:53 )

Pengenalan diri bahwa pada hakikatnya semua manusia telah menyaksikan Allah
ketika mereka belum lahir ke alam dunia, pada keadaan fitri , sebelum panca
inderanya berfungsi.

Firman Allah ta'ala yang artinya, "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (QS- Al A'raf 7:172)

Setelah manusia terlahir ke alam dunia , maka mereka lupa akan kesaksian atau
penyaksian terhadap Allah.

Hakikat kata insan (manusia) adalah nasiya , nis yan, tidak tahu, lupa.
Fitrah manusia adalah bertuhan, mencari Allah, ingin kembali menyaksikan Allah. Syarat untuk dapat menyaksikan Allah adalah fitri, suci sebagaimana sebelum manusia lahir ke dunia

Manusia terhalang  atau menghijabi dirinya sehingga tidak dapat  menyaksikan
Allah dengan hatinya adalah karena dosa mereka. Setiap dosa merupakan bintik
hitam hati (ketiadaan cahaya), sedangkan setiap kebaikan adalah bintik cahaya
pada hati.  Ketika bintik hitam memenuhi hati sehingga terhalang (terhijab)
dari menyaksikan Allah.  Inilah yang dinamakan buta mata hati.

Sebagaimana firman Allah ta'ala  yang artinya, "Dan barangsiapa yang buta
(hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) ia akan lebih buta (pula)
dan lebih tersesat dari jalan (yang benar)." (QS Al Isra 17 : 72)

"maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati
yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu
mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada." (al Hajj 22 : 46)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, "Seandainya bukan karena setan menyelimuti jiwa anak cucu Adam, niscaya mereka menyaksikan malaikat di langit" (HR Ahmad).

Dan Jika belum dapat menyaksikan Allah dengan hati atau belum mencapai ma'rifat,maka setiap kita akan bersikap atau melakukan perbuatan, ingatlah selalu perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bahwa  "Jika kamu tidak melihat-Nya maka sesungguhnya Dia melihatmu.' (HR Muslim 11)
Pada Hakekatnya; Syahadat merupakan proses penyaksian kita terhadap Allah dan mengakui bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul kita.Namun ternyata dalam Syahadat tidak hanya itu saja,didalamnya masih terdapat makna yang harus kita pahami.Dalam Syahadat terdapat ma’rifat (kenal kepada Allah),Tauhid (mengesakan Allah),Aqidah (tempat meminta hanya kepada Allah).Tiga hal diatas bukan hanya sebagai slogan saja,tetapi bagaimana kita dapat mengamalkan nya dalam kehidupan kita sehari-hari.
Syahadat sendiri terkadang hanya slogan saja,namun bagaimana menumbuhkan atau mengukir Syahadat didalam hati kita.Sehingga kita dapat membawa dua kalimat Syahadat kemanapun kita pergi.Sesungguhnya Syahadat telah ada dari sejak mulai diciptakan nya ruh Nabi Adam as,ketika itu Nabi Adam as bertanya pada Allah “Yaa Allah,Tulisan apakah itu yang bersanding dengan nama Mu dan berada pada pintu taman Surga Mu?” Kemudian Allah menjawab “itu adalah Muhammad yang akan menyempurnakan risalah Ku”.

Syahadat merupakan “Ruh” dari segala ibadah,karena tanpa dua kalimat Syahadat maka ibadah lainnya tidak akan terbawa.Allah memberikan jaminan pada manusia yang memiliki Syahadat,dan akan memberikan surga kepadanya.Dalam Hadist Riwayatnya Rasul mengatakan “Barangsiapa yang membaca Syahadat setiap harinya,maka dia bagaikan manusia yang lahir ke bumi tanpa dosa”.

Oleh karena itu marilah kita bersama sama menancapkan dua kalimat Syahadat didalam hati kita,supaya hati kita senantiasa selalu berhadapan dengan Sang Khaliq.

Jadi Kesimpulannya...???

A. Rukun Syahadat
    Ada 4 rukun dalam syahadat yaitu:
  1. Menetapkan dzat Allah Ta'ala (berdiri dengan sendirinya)
  2. Menetapkan sifat Allah Ta'ala (berkuasa)
  3. Menetapkan af'al Allah Ta'ala (berbuat dengan sekehendaknya)
  4. Menetapkan kebenaran Rasulullah SAW.
B. Syarat Syahadat
Ada 4 syarat dalam syahadat yaitu:
  1. Memahami maksud syahadat.
  2. Diikrarkan dengan lidah maksutnya dibaca dari permulaan hingga akhirnya.
  3. Meyakini dalam hati maksutnya tidak ragu lagi dengan apa yang diucapkan.
  4. Diamalkan dengan anggota badan, yaitu hati dan perbuatan wajib menolak segala sesuatu yang menyalahi arti dan maksut dari kedua kalimat syahadat tersebut.
C. Yang Merusak Syahadat
Ada 4 hal yang dapat menyebabkan rusaknya syahadat kita yaitu:
1.      Menyekutukan Allah
2.      Ragu akan adanya Allah
3.      Menyangkal dirinya diciptakan oleh Allah
4.      Menyangkal bahwa alam semesta ini diatur oleh Allah.

D. Macam-macam Syahadat
Syahadat macamnya ada dua yaitu:
  • Syahadat tauhid 
         bunyinya: اشهد الا اله الا الله
         artinya   : Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah
  • Syahadat Rasul
         Bunyinya : واشهد ان محمدا رسول الله
         artinya    : Saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad itu utusan Allah

Lalu Bagaimana dengan Adam AS Kholifatullah..???

Makna sederhana dari khalifatullah adalah “pengganti Allah di bumi”
"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: 'Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi'’ (Al Baqoroh :30)
Nabi Adam AS adalah khalifatullah, dengan pengertian bahwa ia sebagai khalifah (utusan Allah) dalam melaksanakan perintah-perintah-Nya dan hukum-hukum-Nya, kerana ia adalah utusan Allah yang pertama.

Khalifah adalah seseorang yang diberi tugas sebagai pelaksana dari tugas-tugas yang telah ditentukan. Jika manusia sebagai khalifatullah di bumi, maka ia memiliki tugas-tugas tertentu sesuai dengan tugas-tugas yang telah digariskan oleh Allah selama manusia itu berada di bumi sebagai khalifatullah.

Abu Dzar bertanya kepada Rasulullah s.a.w tentang Nabi Adam: "Apakah ia sebagai nabi yang diutus?" Beliau menjawab: "Benar." Beliau ditanya: "Ia menjadi rasul bagi siapa? Sementara di bumi tidak ada seorang pun?" Beliau menjawab: "Ia menjadi rasul bagi anak-anaknya."

Ila-liqo….
Wal ‘afu min kum Tsummassalamu ‘alaikum wr.wb..
Baca Selengkapnya; Seratan selajengipun »»  

Sabtu, 21 April 2012

RUKUN IMAN

Rukun Iman 

BISMILLAHIRROHMANIRROHIM

Arkaanul Iimaani Sittatun :
1.An Tu’mina Billaahi ,
2.Wa Malaaikatihii ,
3.Wa Kutubihii ,
4.Wa Rusulihii ,
5.Walyaumil Aakhiri ,
6.Wabilqodari Khoyrihi Wasyarrihi Minalaahi Ta’aalaa .

Rukun-rukun Iman yaitu 6 :
1.Bahwa engkau akan beriman(percaya) kepada Allah ,
2.dan percaya adanya para Malaikat-Nya ,
3.dan percaya kepada kitab-kitab-Nya ,
4.dan percaya kepada para Rosul-Nya ,
5.dan percaya akan datangnya hari akhir ,
6.dan percaya bahwasannya taqdir baik/buruk semata  dari Allah Ta’ala .

@@@ Kajian Ringkas :
Sebagai salah satu syarat dari iman adalah adanya keyakinan. Dan keyakinan tersebut dapat muncul dari pengetahuan atau ilmu tentang hal tersebut. Dan masalah tersebut telah dijelaskan oleh para ulama dengan penjelasan yang tuntas dan sangat jelas bagi umat.

Iman kepada Allah Subhanallohu wa Ta’ala
Kita mengimani Rububiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala, artinya bahwa Allah adalah Rabb: Pencipta, Penguasa dan Pengatur segala yang ada di alam semesta ini.

Kita juga harus mengimani uluhiyah Allah Subhanahu Wa Ta’ala artinya Allah adalah Ilaah (sembahan) Yang hak, sedang segala sembahan selain-Nya adalah batil.

Keimanan kita kepada Allah belumlah lengkap kalau tidak mengimani Asma’ dan Sifat-Nya, artinya bahwa Allah memiliki Nama-nama yang maha Indah serta sifat-sifat yang maha sempurna dan maha luhur.

Dan kita mengimani keesaan Allah Subhanallohu wa Ta’aladalam hal itu semua, artinya bahwa Allah Subhanallohu wa Ta’ala tiada sesuatupun yang menjadi sekutu bagi-Nya dalam rububiyah, uluhiyah, maupun dalam Asma’ dan sifat-Nya.
Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: “(Dia adalah) Tuhan seluruh langit dan bumi serta semua yang ada di antara keduanya. Maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beridat kepada-Nya.
Adakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan-Nya (yang patut disembah)?”.
 (QS. Maryam: 65)
Dan firman Allah, yang artinya: “Tiada sesuatupun yang serupa dengan-Nya. Dan Dia-lah yang maha mendengar lagi Maha melihat”. (QS. Asy-Syura:11)

Iman Kepada Malaikat
Bagaimana kita mengimani para malaikat ? mengimani para malaikat Allah yakni dengan meyakini kebenaran adanya para malaikat Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan para malaikat itu, sebagaimana firman-Nya, yang artinya:  

”Sebenarnya (malaikat-malaikat itu) adalah hamba-hamba yang dimuliakan, tidak pernah mereka itu mendahului-Nya dengan perkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (QS. Al-anbiya: 26-27)

Mereka diciptakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, maka mereka beribadah kepada-Nya dan mematuhi segala perintah-Nya. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’, yang artinya: ” …Dan malaikat-malaikat yang disisi-Nya mereka tidak bersikap angkuh untuk beribadah kepada-Nyadan tiada (pula) merasa letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya. “ (QS. Al-Anbiya: 19-20).

Iman Kepada Kitab Allah
Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menurunkan kepada rasul-rasul-Nya kitab-kitab sebagai hujjah buat umat manusia dan sebagai pedoman hidup bagi orang-orang yang mengamalkannya, dengan kitab-kitab itulah para rasul mengajarkan kepada umatnya kebenaran dan kebersihan jiwa mereka dari kemuysrikan. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’, yang artinya:

”Sungguh, kami telah mengutus rasul-rasul kami dengan membawa bukti-bukti yang nyata dan telah kami turunkan bersama mereka Al-kitab dan neraca (keadilan) agar manusia melaksanakan keadilan… “ (QS. Al-Hadid: 25)

Dari kitab-kitab itu, yang kita kenal ialah :
  • Taurat, yang Allah turunkan kepada nabi Musa alaihi sallam, sebagaimana firman Allah dalam QS Al-Maidah: 44
  • Zabur, ialah kitab yang diberikan Allah Subhanahu Wa Ta’ala  kepada Daud alaihi sallam.
  • Injil, diturunkan Allah kepada nabi Isa, sebagai pembenar dan pelengkap Taurat. Firman Allah : ”…Dan Kami telah memberikan kepadanya (Isa) injil yang berisi petunjuk dan nur, dan sebagai pembenar kitab yang sebelumnya yaitu Taurat, serta sebagai petunjuk dan pengajaran bagi orang-orang yang bertaqwa.” (QS : Al-Maidah : 46)
  • Shuhuf, (lembaran-lembaran) yang diturunkan kepada nabi Ibrahim dan Musa, ‘Alaihimas-shalatu Wassalam.
  • Al-Quran, kitab yang Allah Subhanahu Wa Ta’ala  turunkan kepada Nabi Muhammad shalallohu ‘alahi wa sallam, penutup para nabi. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” Bulan Ramadhan yang diturunkan padanya (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi umat manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda antara yang haq dan yang batil…” (QS. Al Baqarah: 185).

Iman Kepada Rasul-Rasul
Kita mengimani bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah mengutus rasul-rasul kepada umat manusia, Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” (Kami telah mengutus mereka) sebagai rasul-rasul pembawa berita genbira dan pemberi peringatan, supaya tiada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah (diutusnya) rasul-rasul itu. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. AN-Nisa: 165).

Kita mengimani bahwa rasul pertama adalah nabi Nuh dan rasul terakhir adalah Nabi Muhammad  shalallohu ‘alahi wa sallam, semoga shalawat dan salam sejahtera untuk mereka semua. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ”Sesungguhnya Kami telahmewahyukan kepadamu sebagaimana Kami telah mewahyukan kepada Nuh dan nabi-nabi yang (datang) sesudahnya…” (QS. An-Nisa: 163).

Iman Kepada Hari Kiamat
Kita mengimani kebenaran hari akhirat, yaitu hari kiamat, yang tiada kehidupan lain sesudah hari tersebut.
Untuk itu kita mengimani kebangkitan, yaitu dihidupannya semua mahkluk yang sesudah mati oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya:”Dan ditiuuplah sangkakala, maka matilah siapa yang ada dilangit dan siapa yang ada di bumi kecuali yang dikehendaki Allah. Kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka bangkitmenunggu (putusannya masing-masing).” (QS. Az-Zumar: 68)

Kita mengimani adanya catatan-catatan amal yang diberikan kepada setiap manusia. Ada yang mengambilnya dengan tangan kanan dan ada yang mengambilnya dari belakang punggungnya dengan tangan kiri. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ” Adapun orang yang diberikan kitabnya dengan tangan kanannya, maka dia akan diperiksa dengan pemeriksaan yang mudah dan dia akan kembali kepada kaumnya (yang sama-sama beriman) dengan gembira. Adapun orang yang diberikan kitabnya dari belakang punggungnya, maka dia akan berteriak celakalah aku dan dia akan masuk neraka yang menyala.” (QS. Al-Insyiqaq: 13-14).

Iman Kepada Qadar Baik dan Buruk
Kita juga mengimani qadar (takdir) , yang baik dan yang buruk; yaitu ketentuan yang telah ditetapkan Allah untuk seluruh mahkluk-Nya sesuai dengan ilmu-Nya dan menurut hikmah kebijakan-Nya.
Iman kepada qadar ada empat tingkatan:
  1. ‘Ilmu
    ialah mengimani bahwa Allah Maha tahu atas segala sesuatu,mengetahui apa yang terjadi, dengan ilmu-Nya yang Azali dan abadi. Allah sama sekali tidak menjadi tahu setelah sebelumnya tidakmenjadi tahu dan sama sekali tidak lupa dengan apa yang dikehendaki.
  2. Kitabah
    ialah mengimani bahwa Allah telah mencatat di Lauh Mahfuzh apa yang terjadi sampai hari kiamat. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya: ”Apakah kamu tidak mengetahui bahwa Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi. sesungguhnya tu (semua) tertulis dalam sebuah kitab (Lauh Mahfuzh). Sesungguhnya Allah yang demikian itu amat mudah bagi Allah.” (QS. Al-Hajj: 70)
  3. Masyi’ah
    ialah mengimani bawa Allah Subhanahu Wa Ta’ala. telah menghendaki segala apa yang ada di langit dan di bumi, tiada sesuatupun yang terjadi tanpa dengan kehendak-Nya. Apa yang dikehendaki Allah itulah yang terjadi dan apa yang tidak dikehendaki Allah tidak akan terjadi.
  4. Khal
    Ialah mengimani Allah Subhanahu Wa Ta’ala. adalah pencipta segala sesuatu. Firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala, yang artinya:  ” Alah menciptakan segala sesuatu dan Dia memelihara segala sesuatu. Hanya kepunyaan-Nyalah kunci-kunci (perbendaharaan) langit dan bumi.” (QS. Az-Zumar: 62-63).

Keempat tingkatan ini meliputi apa yang terjadi dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala sendiri dan apa yang terjadi dari mahkluk. Maka segala apa yang dilakukan oleh mahkluk berupa ucapan, perbuatan atau tindakan meninggalkan, adalah diketahui, dicatat dan dikehendaki serta diciptakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
(Sumber Rujukan: Aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

Shohib Fb yang di rohmati Allah…!!!
Untuk melengkapi pemahaman dasar Aqidah kita, sebaiknya kita pelajari juga kitab Aqidatul awam…bg yang ingin mempunyainya silahkan bisa mendownload kitab terjemahnya di link ini : http://www.ziddu.com/download/19189600/kitabaqidatulawamahlisunnahwaljamaah.pdf.html


Ila liqo’….
Wal’afu min kum tsummassalamu ‘alaikum wr.wb…!!!
Baca Selengkapnya; Seratan selajengipun »»  

Rukun Islam

Bab I. RUKUN ISLAM

Arkaanul Islaami Khomsatun :
  1. Syahaadatu An Laa Ilaaha Illallaahu Wa Annna Muhammadan Rosuulullaahi ,
  2. Wa Iqoomushsholaati ,
  3. Wa Iitaauzzakaati ,
  4. Wa Shoumu Romadhoona,
  5. Wa Hijjul Baiti Man Istathoo’a Ilaihi Sabiilan .
Rukun-rukun Islam yaitu 5 :
  1. Bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad utusan Allah ,
  2. dan Mendirikan Sholat ,
  3. dan Memberikan Zakat ,
  4. dan Puasa Bulan Romadhon ,
  5. dan Pergi Haji bagi yg mampu melaksanakannya


@@@  KAJIAN :

Sebagai seorang Muslim kita harus mengetahui bahwasannya “ BUNIYAL ISLAM ‘ALA KHOMSIN “,
Maksudnya : tegak/kokohnya bangunan islam itu dengan memenuhi lima perkara diatas yg sudah termaktub sbg Rukun Islam.

Artinya setelah kita mengucapkan dua kalimah Syahadat, ke Islaman seseorang akan semakin kuat dan mantab apabila telah mampu dengan sadar dan Istiqomah dalam menjalankan : sholat; tahu dan ihlas ber zakat bg yg telah wajib untuk berzakat; puasa di bulan suci romadlon dan kemudian di sempurnakan dg Berhaji bg yg telah mampu menjalankannya.

Sholat 5 waktu merupakan pilar utama dlm kita ber Islam,karenanya harus benar2 kita jaga, jangan sampai kita meng- enteng kannya, ibarat bangunan rumah Sholat ini adalah tiang2 utamanya, apabila salah satu tiang ini rusak/roboh;maka apakah kita akan melihat rumah itu tetap tampak kokoh dan kuat; amankah untuk kita berlindung; ketika ada hujan;badai;gempa bumi;banjir:dan atau bencana2 alam yang lain.

Begitu halnya apabila Sholat kita tidak terjaga dengan baik, akan sangat rentan dari bahaya-bahaya yang merongrong keimanan, Syahdan tiada musibah yang paling besar selain daripada terlepasnya Iman dari dalam dada seseorang.. (na ‘udzubillahi min dzalik )
( Tentang sholat selanjutnya akan di bahas pada bab tersendiri,Insya Allah)

Selain dari pada Sholat sbg bentuk hubungan ruhani kita kepada Allah SWT ( Hablum minallah ), kita juga harus menjaga hubungan baik kita terhadap sesame manusia ( Hablum minannas ), yang merupakan ibadah sosial sebagai inti dari adanya perintah untuk berzakat dan puasa.

Di dalam zakat dan puasa Allah mengingatkan kita bahwasannya untuk menjadi manusia pilihan yang berhak atas anugrah Allah SWT berupa keni’matan Syurgawi, kita harus menjaga keharmonisan hubungan kita terhadap sesame manusia;punya rasa empaty yang tinggi; berhati halus dan lembut, berbudi pekerti luhur, bertutur kata yg sopan serta santun dan mendamaikan siapapun yang mendengarnya. Rela menolong dan tabah ,serta baik hati dan tidak sombong. hehehe.. jd ingat dasa dharma pramuka  hehehe…
(Insya Allah lebih jauh tentang Zakat dan puasa aka nada pembahasan pada bab tersendiri)

Selanjutnya sekilas tentang ibadah haji, di dalam nya kita di ajarkan tentang qodlo dan qodar; usaha;perjuangan dan doa dan jangan terlupa bahwasannya kelak manusia akan memenuhi panggilan Ilahi, menghadapnya; mempertanggung jawabkan amal perbuatannya.. dan paripurnanya jalan untuk menjadi manusia yang sempurna ialah rasa pasrah dan total menyerahkan jiwa raga kita kepada Allah SWT…

Dalam haji kita hanya mengenakan pakaian ihrom saja.., hanya lembaran kain putih yang kita bawa sebagai pakain kita menghadapnya kelak apabila hari perjanjian kontrak hidup kita di dunia telah berahir..!!!

Ihwan & Ahwat yang di muliakan Allah adakah kita masih menutup hati kita dari kebenaran hakiki ini…

“’BANGUNLAH DAN BANGKITALAH DARI MIMPI YANG MELENAKANMU TERHADAP HARI DIMANA KITA MENGHADAP ILAHI..”

 Sebagai penutup kita kutip Nasehat beliau AlHabib Syech bin Abdul Qodi Assegaf;Solo :
“ Seorang muslim yang sejati ialah yang senantiasa dapat memancarkan Aura dan Energi keberkahan dan keselamatan bagu siapapun yang ada di sekitarnya; terlepas dari apakah mereka itu beriman/kafir;baik/buruk;bahkan apakah mereka itu hewan/tumbuhan; kita harus tetap ber Ahlaqul karimah
( wallahu ya’lam bish-showab..)

Ila liqo’…..
Wal ‘afu min kum tsummassalamu ‘alaikum Wr.wb…
Baca Selengkapnya; Seratan selajengipun »»  

Mengenal kitab Sainatun-Najah

Kajian Safinah An-Najah ( hr:01 )
Karangan Syaikh Salim Bin Samir
Hadlromi:Yaman ( Madzhab Syafi’i )

PEMBUKAAN
( silahkan yg punya kitab Matannya di buka, agra lebih meyakinkan sekaligus sbg koerksi apabila ada penulisan Lafadl yg keliru )

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Alhamdulillaahi Robbil ‘Aalamin .
Wabihii Nasta’iinu ‘Alaa Umuuriddunyaa Waddiini .
Washollallaahu ‘Alaa Sayyidinaa Muhammadin Khootaminnabiyyiina
Wa Aalihii Washohbihii Ajma’iina .
Walaa Hawla Walaa Quwwata Illaa Billaahil’aliyyil ‘Azhiim .

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang .
Segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam .
Dan dengannya kami mohon pertolongan atas segala urusan dunia dan agama .
Dan Allah bersholawat atas junjungan kita Muhammad penutup para Nabi
dan atas keluarganya dan sahabatnya semua .
Dan tiada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan Allah
Yang Maha Tinggi lagi Yang Maha Agung .

Nb: Mohon maaf apabila ada kata /penulisan huruf yg tdk sesuai dengan EYD..

@@@ KAJIAN :

Mari kita mulai kajian online kita ini dengan bersama-sama membaca "BISMILLAAHIRROHMAANIRRPHIIM" sebagaimana Kitab2 Allah yg di turunkan bg ummat manusia ; baik itu Taurot;Zabur;Injil:Alqur'an dan juga beberapa shukhuf ( lembaran2 suci wahyu Ilahi ) yg semuanya di awali dgn bacaan Basmalah.

Juga dengan Basmalah ini pula kita berdoa agar apa yg kita mulai ini sbg niatan ber Amar ma'ruf Nahi mungkar senantiasa mendapat Ridlo Allah SWT dan dapat menghasilkan beberapa berkah dan manfaat,

Rosullah SAW bersabda :
" KULLU AMRIN DZII BAALIN LAA YUBDA-U FIIHI BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM, FAHUWA ABTAR wa fii riwaayatin AJDZAM wa fii riwaayatin uhroo AQTHO'

maksudnya:
"Semua perbuatan yang hendak di lakukan (dan tdk bertentangan dengan hukum Islam/bukan sesuatu yg diharamkan/di makruhkan/bukan perkara yg remah/hina) apabila perbuatan tersebut tidak di awali terlebih dahulu dengan membaca "Bismillaahirrohmaanirrohim" maka tidak akan/kurang menghasilkan berkah ( kurang/mboten mberkahi ).
Arti berkah disini ialah : bertambahnya nilai2 kebaikan ( Yazidul Khoir )

(AGAR PEMBAHASAN INI TIDAK TERKESAN BERTELE-TELE,
INSYA ALLAH TENTANG BASMALAH AKAN DI BAHAS PADA BAB TERSENDIRI .)

Selanjutnya mari kita panjatkan Puji syukur kepada Allah SWT atas limpahan berkah;taufiq;hidayah maupun inayah-Nya kpd kita sekalian, sehingga meskipun di tengah2 kesibukan kita ber aktifitas, kita di beri anugrah dan kesempatan termasuk orang2 yg dapat mengikuti Kajian ringkas ini demi mengharap tambahan pemahaman Ilmu agama yg semoga dapat bermanfaat dan Istiqomah di dalam mengamalkannya.Amin..

Sholawat dan salam kita haturkan kpd beliau seorang hamba pilihan Allah, pembawa risalah keselamatan dan kebahagiaan hakiki fiid-dun-ya wal ahiroh: Rosulullah Muhammad SAW, Semoga kita termasuk orang2 yang di mudahkan dalam mengikuti Sunnah2 beliau wa Sunnati ash-habih..
Amin ya Robbal 'alamin..!!!

Ihwan & Ahwat; Shohib Online yang di rohmati Allah..!
Kitab Safinah ini memiliki nama lengkap "Safinatun Najah Fiima Yajibu `ala Abdi Ii Maulah" (perahu keselamatan di dalam mempelajari kewajiban seorang hamba kepada Tu¬hannya).

Kitab ini walaupun kecil bentuknya akan tetapi sa¬ngatlah besar manfaatnya.
Di setiap kampung, kota dan negara hampir semua orang mempelajari dan bahkan menghafalkan¬nya, baik secara individu maupun kolektif.
Di berbagai negara, kitab ini dapat diperoleh dengan mudah di berbagai lembaga pendidikan. Karena baik para santri maupun para ulama sangatlah gemar mempelajarinya dengan teliti dan seksama.Hal ini terjadi karena : Kitab ini mencakup pokok-pokok agama secara ter¬padu, lengkap dan utuh, dimulai dengan bab dasar¬dasar syari'at, kemudian bab bersuci, bab shalat, bab zakat, bab puasa dan bab haji yang ditambahkan oleh para ulama lainnya.

Kitab ini disajikan dengan bahasa yang mudah, susunan yang ringan dan redaksi yang gampang untuk dipahami serta dihafal. Seseorang yang serius dan memiliki ke¬mauan tinggi akan mampu menghafalkan seluruh isinya hanya dalam masa dua atau tiga bulan atau mungkin lebih cepat.Insya Allah..

Adapun untuk pembahasan/ Kajian Bab2 nya, Insya Allah semoga kita terus dpt mengupdate hingga hatam dan paripurna... di hari2 yang akan datang. Amin..!!!

cukup sekian kajian kita hari ini..
Subhanakallahumma wa bihamdika
asy-hadu anla ilaaha illa Anta astaghfiruka wa atubu ilaih...
Ilal-liqo'... Bittaufiqillahi wal hidayah; war-ridlo wal 'inayah; wal 'afwu min kum
tsummas-salamu 'alaikum wr.wb...!!!

 NB: ikitu kajian Online bersama di
http://www.facebook.com/groups/363959273641676/
Baca Selengkapnya; Seratan selajengipun »»